MANDAKALA

A Simple Woman With Complicated Mind

Siapa yang paling kamu inginkan untuk terjebak bersamamu di Lift?

Saya pikir, saya sedang berada di musim paling produktif sepanjang hidup saya. Pagi belajar, malam kerja. Sore kadang tidur, kadang les, kadang jogging, kadang jalan-jalan galau gila.  Saya membaca lebih banyak dari yang sebelumnya pernah saya baca. Saya berdiskusi (baca: ghibah) lebih sering dan lebih beragam daripada season hidup saya sebelumnya. Saya menghabiskan waktu lebih banyak di luar ketimbang di kamar. Tapi faktanya saya hanya jadi lebih aktif, tapi tidak lebih produktif.

Blog ini buktinya. Berapa bulan gak diisi? Apalah arti upgrade hosting mahal-mahal kalau akhirnya gak tau mau nulis apa. Teorinya, makin banyak kita baca, makin banyak kita tahu, makin gampang kita tuangkan dalam kata-kata. Tapi gak juga ternyata, memang otak saya aja yang gak jelas tampungannya dimana. Karna bingung mati ide mau nulis apa, saya buka lah aplikasi andalan : Ask.fm

Dan pertanyaan hari ini adalah…

***

Siapa yang paling kamu inginkan untuk terjebak bersamamu di Lift?

Kalau saya terjebak di lift, pertama-tama saya panik. Kedua-dua, saya bakal tekan tombol emergency dan cari bantuan secepatnya. Tapi hal paling menakutkan adalah sendiri dan kesepian. I mean, yaa saya udah biasa sendiri sih. Tapi terjebak sendirian di ruang sempit, pengap, dingin dan ketakutan tuh gak bakal jadi memori yang asik buat dikenang.

Jawab siapa ya enaknya. Diawal kepikiran nama laki-laki yang sekiranya menarik hati. So sweet kali yak, terperangkap di ruang sempit berdua bunuh waktu dengan ngobrol sana-sini nyatuin hati. Awawawaw.
Tapi enggak. Iya kalau ngobrol, kalau malah diapa-apain gimana. Bukan! bukan dia yang ngapa-ngapain saya. Takutnya malah dia yang kenapa-napa. Haha!

Pilihan kedua, J dan Achan. Dua teman baik, eh gak sih, biasa aja. Kalau bertiga ngumpul, pasti banyak bahan obrolan sambil nunggu pertolongan datang. Ditambah lagi mereka berdua punya riwayat sama-sama suka cowok yang sama, dan sampai sekarang belum clear deh kayaknya topik itu. Mereka sama-sama diam soalnya, gak mau ngaku demi jaga perasaan masing-masing. Siapa tau kalau ada momen kejebak di lift, mereka bisa blak-blakan (Manda! Nanti kalo dibaca anak seangkatan gimana??! BODO AMAT! Udah lulus ini, yang satu di Jogja, satu di Pati, satunya lagi di Boyolali. KEJAR SINI KALAU BERANI..! ).
Tapi kalau ada skenario pertolongan gak kunjung datang dan kita harus dobrak langit-langit lift, kita bertiga gak bakal bisa karna sama-sama pendek. Kalaupun bisa, J harus angkat kami berdua supaya bisa keluar. Tapi begitu sampai diatas, kita berdua gak bakal kuat narik J, kecuali dalam 2 hari berikutnya berat badannya turun separoh. Kasihan J.

Pilihan ketiga, sama 2 orang asing. Jadi ceritanya, kita bertiga gak saling kenal, trus tiba-tiba liftnya rusak. Tinggal lampu emergency dan gak bisa ngehubungi dunia luar. Tombol emergency gak aktif meski berkali-kali ditekan. Pasokan oksigen mulai menipis. Ditengah asa yang hampir pupus kami memikirkan jalan terakhir: berdoa sama Allah sambil nyebutin amalan terbaik yang pernah dilakukan. WUUUHH..kayak dicerita hadist itu lhooo…!

Tapi saya punya amalan baik apa ya. Sialan. Kalau dipikirin malah gak nemu. Masa sih gak ada satu pun??
Mungkin ini: “Jadi ya Allah, waktu putus dulu (Eaaa..ngomongin mantan) aku sakit hati banget. Aku marah, kecewa, sedih dan jadi benci banget sama dia. Tapi aku inget, aku punya hutang pulsa  sama dia 10ribu. Aku gak mau balikin, buat balas dendam ‘Yaelah 10ribu doaaang’ gitu mikirku. Tapi berbulan-bulan kemudian aku masih kepikiran. Akhirnya aku kirim pulsa ke nomornya, ternyata nomernya udah gak aktif. Belakangan aku tau kalau nomornya ganti nomor cantik biar bisa couple-an sama pacar barunya. Trus aku marah lagi. Gak jadi balikin pulsa lagi.
Sekitar 3 tahun kemudian, tiap ingat dia, aku masih kepikiran pulsa 10ribu dan akhirnya baru bisa aku balikin dengan ikhlas. Jadi aku udah ngejaga tanggungan hutangku kan ya Allah. Kalau ini adalah amalan yang Kau ridloi, tolong bukakan pintu lift ini ya Allah”
Mungkin gitu dan tiba-tiba pintu lift kebuka 10 cm. Khayaaaal~~

Sambil mikir pilihan kelima, saya browsing soal terjebak di lift. Dan semua khayalan diatas ambyaarrr gara-gara berita ini:

Udah ah. Gak jadi mau kejebak di lift ya Allah. :'(

***

1 Comment

  1. Mantab djiwa~

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

© 2020 MANDAKALA

Theme by Anders NorenUp ↑