MANDAKALA

A Simple Woman With Complicated Mind

Page 2 of 9

Sebutir Nasi di Malam Minggu

Prolog.
Sejak lima bulan lalu ada yang tidak beres dengan lambungku. Aku tidak bisa makan nasi dalam porsi besar lagi. Oh No! porsi ‘normal’ pun tidak. Cepat kenyang. Lambungku bisa menampung lebih jika dipaksa, tapi berujung masalah akhirnya. Dokter bilang cuma perkara metabolisme saja, lambungku tidak bisa lagi menyerap karbohidrat dengan baik. Efek begah dan mual muncul, walau tidak sampai muntah. Tapi tubuhku masih butuh. Jadi aku harus makan sedikit-sedikit dan sering. Sejak itu porsi makanku terpangkas separuh lebih. Aku lebih banyak makan di RM prasmanan supaya bisa ambil porsi nasi sendiri. Momen yang bikin aku benci karena hampir setiap orang bertanya apa aku sedang diet. Mereka yang sinis sama berat badan, malah aku yang dituduh insecure? Continue reading

Aruna Jika Dibandingkan Dengan Tabula Rasa

Teaser Aruna dan Lidahnya sudah muncul kurang lebih sebulan saat aku dan Layla mengikat janji setia (?) untuk bersama-sama nonton film ini. Sebagai penikmat makanan, hukumnya fardhu ‘ain. Poster film Aruna yang pertama aku lihat, hanya memuat wajah 4 tokoh utama dan nama karakter yang mereka mainkan, tanpa menyertakan nama asli. Seolah menyatakan bahwa tanpa menyebut nama asli pun, seluruh Indonesia sudah tahu siapa mereka. Percaya diri sekali. Continue reading

Someone Behind The Scene

Once after a lunch session on a visit to a local monastery, Mr. Vanderbilt said something that strengthened my sense of happiness. “Maybe in the next twenty years, I will see you in the ranks of leaders in Indonesia”, He said.
I am happy, even now. Continue reading

Politik Bagiku Adalah…

Sumur dengan pusaran air kotor. Ia siap menenggelamkanmu jika kamu takluk diantara arusnya.

Aku baru saja mengatur filter pertemanan di media sosial yang aku punya. Menyingkirkan segala pembahasan tentang politik yang menjurus ke arah anarki. Ternyata ini melelahkan karena mayoritas teman-teman dunia mayaku adalah simpatisan kubu nomor 1 dan nomor 2.
Aku tidak suka politik, tapi ada beban moral sebagai warga negara untuk setidaknya paham tentang perkara yang satu ini. Continue reading

Sebuah Nama di Sembilan Belas Enam Lima

Namanya Soekasbi. Sulung lima bersaudara. Continue reading

Ketinggalan Di Rumah

Tabu bagi sebagian orang adalah jika berurusan dengan rokok, seks dan narkoba. Sementara tabu bagiku adalah membawa pekerjaan ke rumah. Rumah yang aku maksud adalah rumah orang tuaku. Aku mulai keluar dari rumah sejak S1, sejak mulai kos karena kebutuhan kuliah. Sejak itu pula, pantang bagiku untuk pulang selama masih banyak tanggungan tugas kuliah. Hal ini berlaku sampai sekarang dan untuk jenis tugas/pekerjaan apapun. Karena percuma juga, malah mengganggu saja. Continue reading

Bahasa Ketiga

Manusia Indonesia setidaknya punya dua bahasa yang dikuasai seiring dengan tumbuh kembangnya: bahasa ibu dan bahasa nasional. Untuk kasusku, aku punya bahasa Jawa sebagai bahasa ibu dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Malam ini sedikit melankolis dan ingatanku kembali ke kelas 3 SMA. Masa itu adalah masa dimana seseorang akhirnya berkata padaku, betapa aku sesungguhnya mampu menguasai bahasa apapun jika aku mau. Continue reading

Wiro Sableng dan Puncak dari Segala Tren Nostalgia

Sudah lama pengen nulis tentang ini. Tentang bagaimana waktu-waktu terakhir banyak sekuel dirilis, banyak remake, banyak film digarap untuk menebeng popularitas versi sebelumnya. Perlukah aku sebut AADC 2 (2016), Ayat-ayat Cinta 2 (2017), Si Doel The Movie (2018), Eiffel, I’m in Love 2 (2018) ?  Continue reading

Kisah Kesah

Semesta selalu punya cara untuk mengajakmu menertawakan diri sendiri.

Seperti hari ini. Continue reading

Kuliah Dimana, Manda?

Tulisan ini dibuat untuk dua alasan. Pertama, karena ini satu-satunya yang bisa aku berikan untuk CRCS–Of course! I’m not smart enough to become part of their researcher line anyway. Kedua, karena banyak orang yang salah paham dan mengira bahwa lulus dari sini aku akan jadi ustazah. Continue reading

« Older posts Newer posts »

© 2021 MANDAKALA

Theme by Anders NorenUp ↑