MANDAKALA

A Simple Woman With Complicated Mind

Category: Review (page 1 of 2)

Teori Evolusi Agama

Sekitar tahun 2013 akhir, seorang teman memosting tabel grafik berikut ini di facebook dengan mengaitkan akunku dan akun seorang teman lain dari jurusan sejarah. “Menurut kalian ini benar gak?” begitu caption statusnya. Temanku ini cukup openmind, asumsiku, pertanyaan itu memang didasarkan pada rasa ingin tahu. Aku ingat gambar yang diposting saat itu bukan versi ini, melainkan versi potongan khusus di lini European- Arctic, bagian berwarna hijau-kuning yang ada Islamnya. Continue reading

Aruna Jika Dibandingkan Dengan Tabula Rasa

Teaser Aruna dan Lidahnya sudah muncul kurang lebih sebulan saat aku dan Layla mengikat janji setia (?) untuk bersama-sama nonton film ini. Sebagai penikmat makanan, hukumnya fardhu ‘ain. Poster film Aruna yang pertama aku lihat, hanya memuat wajah 4 tokoh utama dan nama karakter yang mereka mainkan, tanpa menyertakan nama asli. Seolah menyatakan bahwa tanpa menyebut nama asli pun, seluruh Indonesia sudah tahu siapa mereka. Percaya diri sekali. Continue reading

Wiro Sableng dan Puncak dari Segala Tren Nostalgia

Sudah lama pengen nulis tentang ini. Tentang bagaimana waktu-waktu terakhir banyak sekuel dirilis, banyak remake, banyak film digarap untuk menebeng popularitas versi sebelumnya. Perlukah aku sebut AADC 2 (2016), Ayat-ayat Cinta 2 (2017), Si Doel The Movie (2018), Eiffel, I’m in Love 2 (2018) ?  Continue reading

Yang Tak Sempat Diceritakan Panjang Lebar

Tempo hari, Senin 30 April dan 6 jam menuju deadline tugas mingguan. Hampir seminggu dari premier Invinity War di Indonesia dan aku baru nonton filmnya. Terlambat sekali. Kali ini saja aku benar-benar tak berminat mereview karena rawan didoakan masuk neraka. Anehnya tadi malam aku mimpi dan ada Almarhum Logan disana. Astaga, kenapa gak mimpiin Chris Evans berjambang aja sih. Aku jadi ingat yang gak mau kuingat. Aku terpaksa buka lagi daftar draft tulisan yang dengan kondisi sekarang ini tak mampu kuselesaikan. Jadi aku gabung dan tulis singkat disini. Dimulai dari film-film yang aku ingin kalian tau. Continue reading

Review: The Shape Of Water

Ada 2 faktor prioritas yang buat aku memutuskan menonton sebuah film. Pertama trailernya menarik, kedua sutradaranya menjanjikan. Dalam hal ini, The Shape of Water punya keduanya. Continue reading

Pasific Rim Uprising: Sedikit Catatan

Aku gak terlalu antusias nonton Pacific Rim Uprising pada awalnya. Tapi keadaan minggu ini benar-benar bikin desperate hanya sekedar untuk nonton film ini. Mulai dari antrian tugas tanpa rehat, sampai drama demam di malam Jumat. Continue reading

Ingin Pindah ke Wakanda

Per Februari ini aku resmi memindah tempat tinggal utopisku dari Bikini Bottom ke Wakanda. Aku tidak tau versi komiknya macam apa, tapi Wakanda versi CGI benar-benar menghidupkan apa yang aku mau tentang harmoni antara primitif dan modern. Dibandingkan film-film robot yang selama ini jadi junjunganku, produksi marvel yang satu ini adalah yang paling aku suka idenya.  Continue reading

Marlina the Murderer in Four Acts: A Short Review*

If we can analogize a film with a kind of fruit, then some films are tasted like durian. It is simple and not much expressed in words. It is charming yet disturbing and has a unique flavor. It does not show up all year long.  It could be very liked but also potentially to be hated and of course, not everyone can enjoy it. It disappears as soon as the season ends, leaving a mysterious sense and a collection of reviews that provoke curiosity. All these traits are on Marlina the Murderer in Four Acts. Continue reading

Belajar dari TED.com

Aku pernah tulis kalau aku termasuk tipe pembelajar yang butuh elemen visual disini. Nah, situs yang mau aku kenalkan di tulisan ini adalah salah satu tempat aku belajar. Aku ketemu situs ini baru sekitar setahun lalu, jadi tiap ada waktu luang, aku ‘kuliah’ disini. Sebenarnya hampir semua kenalanku tahu soal TED dan TEDx. Tapi lebih banyak juga yang belum tahu. Ada banyak mantan murid, adik tingkat juga teman-temanku di facebook dan tulisan ini terkhusus untuk mereka. Akan lebih baik kalau kalian tahu lebih awal dan bukannya ketemu pas udah tua macam aku. Continue reading

Film Dan Diversitas Agama: Review PK & Bajrangi Bhaijaan

Ini film lama yang baru ditonton ulang gara-gara author lagi gabut luar biasa. Dua film India yang menurutku sih bagus. Untuk mereka yang sentimen sama film India: Iya, kedua film ini juga banyak adegan nyanyi-joged Indianya. Tapi ini gak merubah esensi film sama sekali.  Setiap film menurutku punya misi atau pesan yang dibawa dan ketika pesan itu berhasil sampai ke kamu sebagai penontonnya, maka gak ada alasan buat bilang film itu jelek. Alasan lain kedua film ini layak disandingkan karena keduanya mengangkat tema sosial yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Continue reading

Older posts

© 2019 MANDAKALA

Theme by Anders NorenUp ↑