MANDAKALA

A Simple Woman With Complicated Mind

Category: Essay (page 1 of 2)

Waktu Yang Baik Untuk Menangis

Di sela waktu kerja malam ini, sempat-sempatnya aku nonton film lagi. Mungkin tidak akan buang waktu kalau yang ditonton adalah film baru atau yang sama sekali belum aku lihat. Tapi ini film lama. Bhajrangi Bhaijaan (2015). Ini ketiga kalinya kalau tidak salah. Bahkan setelah tiga kali menonton film yang sama, dengan cerita yang sama, suara, gerak dan langgam yang sama, aku masih menangis juga. Continue reading

Orthodox Church Decoration

I used to read a story about a man, a devout Catholic, who asked his Bishop, “Why are Catholic churches always so majestic and bustling with decorations?” and the Bishop said that, “Do not you know that for a Catholic, one of the important things to note is what we do in the house of the Lord. If it is so important, then why do not we make God’s house as beautiful as possible?” Continue reading

Wayang Wahyu: Kala Warta Menjelma Dalam Seni Pertunjukan

“Tujuan seni adalah untuk mewakili. Bukan penampilan yang tampak di luar, tapi lebih pada signifikansi batin mereka.” -Aristoteles Continue reading

Religion, Social Media and Act of Bullying*

In May 2017, Putra Mario Alfian, a 15 years old boy was persecuted by a mob claiming as part of one of the Islamic organizations in Indonesia, FPI (Front of the Islamic Defenders). Starting from his uploads in social media that is considered insulting Islam and ulama Habib Rizieq. Continue reading

Talentime and 3H2D1C: A Comparison Review*

Soe Hok Gie—A student movement figure at the end of the Old Order era of Indonesia—once wrote a poem entitled “Sebuah Tanya”. In one of his verses he said: Continue reading

Dek, Komunisme Bukan (Lagi) Sebuah Ancaman

Di masa awal kuliah, saya sempat bertanya pada dosen saya di kelas Sejarah Eropa. Beliau adalah pakar dalam kajian politik islam dan saat ini telah bergelar guru besar di bidang tersebut, Prof. Hermanu Joebagio. Mungkin itu sebabnya ketika mengajar Sejarah Eropa, ketimbang hanya memberi materi sejarah ‘mentah’ dari negara-negara Eropa, beliau lebih menitikberatkan pada analisis kritis terhadap sejarah politik dan ideologisnya. Ketika itu dosen tersebut secara random menyinggung masalah ideologi komunis Rusia. Tentu pertanyaan saya juga tak jauh dari keyword komunis ini. Continue reading

Kilas Ekonomi Korea Selatan 1961-2001

Korea merdeka pada 15 Agustus 1945 dalam keadaan miskin bahkan diperparah dengan pecahnya perang Korea (Korea Utara vs Korea Selatan) pada 1950. Spesifiknya, hingga gencatan senjata yang meredakan perang fisik pada 1953, pendapatan perkapita (GNP) Korea Selatan hanya 67 dollar. Level ini bahkan jauh dibawah kata miskin. Super miskin? Continue reading

PATTINGALLOANG

Pada masanya, sulit menemukan orang Asia Tenggara yang mampu menyamai Pattingaloang. Continue reading

Mare Clausum—Mare Liberum

1453. Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih.
Dalam perkembangan peradaban islam, ini adalah tahun yang dijadikan peringatan nostalgia kejayaan sultan fatih. Tetapi peristiwa ini, juga berperan serta membangkitkan monster berkulit putih dari barat.. Continue reading

Air Tajin Dan Serpihan Ekonomi 1997-1998

Kemarin lusa, saya mampir ke rumah kawan lama. Jelang magrib, ibuk—ibu teman saya—menawari teh atau susu hangat untuk buka puasa. Saya bilang saya mau air putih saja, sedang tidak berselera berbuka dengan yang manis—maunya sih berbuka dengan yang ganteng. Lalu ibuk menawari lagi “Kalau air tajin mau nyoba ndak ?” dan saya mengangguk cepat-cepat. Mungkin sudah belasan tahun saya tidak minum air tajin. Air tajin itu air rebusan beras. Sebelum tanak, mengering dan berubah jadi nasi, air rebusan beras biasanya memutih dan mengental, air ini yang diambil. Mamak saya biasanya hanya mengambil airnya, menambahkan gula pasir dan sedikit garam. Tapi si ibuk bukan hanya menyisihkan airnya saja, melainkan mengambil sedikit nasinya juga. Setelah ditambah gula—gulanya pakai gula jawa–jadinya semacam dawet nasi (?) hangat gitu lah. Cukup satu gelas kecil, kenyang sudah. Continue reading

Older posts

© 2019 MANDAKALA

Theme by Anders NorenUp ↑