Dua ribu dua puluh adalah tahun yang berat, tapi aku senang kamu mengakhirinya dengan bahagia. Kalau tahu bakal begini jadinya, harusnya saat dia mengantarmu pulang hari itu, aku ospek dia langsung di tempat. Iya. Di depan gerbang, di pinggir jalan, di samping kuburan. Dapat dimana nyali dia? Berani-beraninya mengambil bungsu kami yang berharga. Continue reading